Hadapi Perang Kognitif, Wali Kota Bodewin: Generasi Muda Ambon Harus Jadi Benteng Utama NKRI

Oplus_131072

AMBON.MASSADANEWS -Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengingatkan bahwa wajah ancaman terhadap kedaulatan bangsa kini telah berubah. Bukan lagi dominan dalam bentuk agresi militer, melainkan perang multidimensi yang beroperasi lewat ruang pikiran dan persepsi—yang dikenal sebagai perang kognitif. Pihak yang paling rentan menjadi sasaran adalah generasi muda.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar Kementerian Pertahanan RI di Hotel Santika Premiere, Kamis (30/7/2026), dengan tema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045”. Turut hadir Sekda Robby Sapulette, Ketua DPRD Morits Tamaela, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para undangan lainnya.

Bodewin menjelaskan bahwa perang kognitif adalah upaya sistematis untuk memengaruhi cara pandang, perasaan, hingga keyakinan masyarakat melalui berbagai instrumen digital.
“Propaganda, berita bohong, ujaran kebencian, radikalisme, praktik pinjaman hingga judi online, serta rekayasa opini publik—semua itu bagian dari strategi yang ingin menggerus kesadaran berbangsa,” tegasnya.

Karena kaum muda paling aktif berselancar di dunia maya, merekalah yang paling sering menjadi target. Jika ruang digital dibiarkan penuh informasi tak teruji, maka terancam bukan hanya wawasan mereka, tetapi juga jati diri kebangsaan dan cinta tanah air.

Oleh karena itu, ia menyerukan agar pemuda Ambon bangkit menjadi penjaga benteng kognitif bangsa—generasi yang berpikir kritis, cakap literasi digital, cermat membedakan fakta dan rekayasa, serta kokoh pada Pancasila dan UUD 1945.

Bela negara di era modern, kata Bodewin, tak harus dengan senjata.
“Siswa yang belajar sungguh-sungguh, guru yang mendidik penuh keteladanan, dan warga yang bijak bermedia sosial—itulah bentuk nyata bela negara hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak kaum muda menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Maluku: semangat Siwalima, Pela Gandong, dan persaudaraan sejati.
“Semangat ‘potong di kuku rasa di daging’, ‘ale rasa beta rasa’ jangan hanya jadi narasi, tetapi harus hidup dalam sikap sehari-hari. Perdamaian di Ambon bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus terus dijaga,” tegasnya, seraya mengajak meneladani Pattimura dan Martha Christina Tiahahu.

Di akhir acara, Bodewin menerima plakat penghargaan dari Kepala Pusat Bela Negara, Brigjen Luhut Marpaung. Ia menegaskan komitmen penuh Pemkot Ambon untuk mendukung setiap langkah mencetak generasi yang berkarakter, patriotik, dan siap menyambut Indonesia Emas 2045. (MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *