AMBON, Massadanews — Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki akses jalan menuju kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Maluku. Janji ini diungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara wisuda Poltekkes Ambon yang berlangsung di Gedung Aula Kampus IAKN Ambon, pada hari Sabtu (15/11/2025).
Menanggapi permintaan Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Dr. Betty A. Sahertian, S.Pd., M.Kes., Abdullah Vanath meminta agar pihak kampus mengirimkan surat resmi sebagai pengingat.
“Biasakan untuk menyurat. Buat dua surat, satu ke Gubernur dan satu ke saya. Insya Allah tahun 2026 bisa diselesaikan,” ujarnya.
Wagub menambahkan pentingnya surat resmi sebagai pengingat agar tidak ada tindak lanjut yang terlewat.
“Saya mintakan buat dua surat supaya kalau Pak Gub yang lupa, saya bisa mengingatkan itu. Begitupun sebaliknya,” jelasnya.
Selain perbaikan infrastruktur, Wagub juga berkomitmen untuk membantu para lulusan kesehatan yang berminat bekerja di Jerman atau Jepang. Ia menanggapi positif informasi mengenai dibukanya lowongan kerja bagi tenaga kesehatan perawat Indonesia di Jerman melalui program government to government (G to G).
“Saya amati kata Ibu Direktur bahwa Jerman membuka loker bagi tenaga kesehatan perawat Indonesia melalui program penempatan government to government (G to G). Nah, ini sangat baik. Nanti kita bicarakan bersama, supaya kalau kuota bagi Maluku misalnya 20, saya akan upayakan jadi 40 yang anggarannya dari pemerintah daerah,” kata Wagub, yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Dr. Betty A. Sahertian, S.Pd., M.Kes., sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi jalan masuk menuju kampus sudah lama rusak dan menghambat aktivitas.
“Kalau pakai mobil dan melintas jalan ini, orang yang di dalam bergoyang-goyang. Kiranya Pak Wagub Maluku bisa melihat dan memperbaiki jalan ini,” ungkapnya.
Dr. Betty juga menyinggung peluang kerja di Jerman yang membuka kuota 150 perawat untuk penempatan tahun 2025. Posisi yang dibutuhkan meliputi unit perawatan intensif, perawatan lansia, bangsal media dan bedah, ruang operasi, serta psikiatri.(MSD).












