AMBON, MASSADANEWS – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa makna kelahiran Yesus Kristus adalah kabar gembira yang ditujukan bagi semua orang, terutama masyarakat kecil. Pesan ini disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Natal bersama keluarga Selawesi Utara yang berlangsung di Aula Korem 151/Binaiya, Kota Ambon, Minggu (14/12/2025).
Menurut Gubernur, kisah kelahiran Kristus mengajarkan bahwa karya besar Allah tidak pertama-tama diberitakan kepada para penguasa, pejabat, atau kaum elit, melainkan kepada para gembala masyarakat sederhana yang hidup jauh dari kemewahan. “Kabar gembira itu bukan disampaikan kepada raja, gubernur, atau orang-orang berkuasa, tetapi kepada masyarakat kecil. Itu pesan penting Natal bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, di era kebebasan informasi saat ini, siapa yang menguasai informasi akan memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan – mulai dari ekonomi hingga keamanan. Namun, informasi juga harus digunakan untuk membawa harapan, bukan kepanikan atau keputusasaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan berbagai program nyata Pemerintah Provinsi Maluku yang menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan, antara lain:
– Penyaluran bantuan sektor pertanian dan perikanan (alat pertanian, benih tanaman, dan mesin pendukung produksi)
– Program bedah rumah bagi masyarakat tidak mampu: pada tahun pertama kepemimpinannya, ditargetkan 500 unit rumah tidak layak huni diperbaiki, dengan rencana lanjutan 240 unit tambahan selama beberapa tahun ke depan.
Gubernur mengisahkan momen haru saat mengunjungi rumah warga penerima bantuan. Banyak warga menyampaikan rasa terima kasih dengan penuh emosi, mengaku selama ini belum pernah merasakan perhatian pemerintah secara langsung. “Itu bukan sekadar program, tapi tentang menghadirkan harapan dan martabat bagi mereka yang paling membutuhkan,” ungkapnya.
Mengaitkan semangat Natal dengan kebersamaan keluarga, Hendrik Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Maluku – termasuk komunitas keluarga Selawesi Utara – untuk menjadikan Natal sebagai waktu berbagi, terutama bagi mereka yang diberkati secara ekonomi. “Kalau kita punya kelebihan, inilah waktunya untuk memperhatikan sesama, bukan hanya memperindah rumah sendiri,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun kapasitas fiskal Provinsi Maluku terbatas, pemerintah tetap berkomitmen untuk hadir dan melayani masyarakat secara adil dan berkelanjutan. “Pemerintah mungkin tidak selalu punya banyak uang, tetapi kami punya kepedulian dan komitmen untuk bekerja bagi rakyat Maluku,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap semangat Natal dapat memperkuat solidaritas, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Maluku – termasuk antara berbagai komunitas etnis – dalam menyongsong tahun yang baru.(MSD).












