Berita  

GMNI Maluku Resmi Dilantik, Fokus Kawal RUU Kepulauan dan Hilirisasi Maritim

AMBON.MASSADANEWS – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Maluku periode 2025-2027 resmi dikukuhkan. Acara berlangsung di Aula DPRD Provinsi Maluku, Senin (28/04/2026), sekaligus membuka rangkaian Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) yang berlangsung hingga 30 April mendatang.

Pelantikan mengusung tema besar:
“Lahirkan Kader Progresif Revolusioner untuk Mewujudkan Keadilan atas Gugusan Kepulauan”

Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda, perwakilan Kapolda Maluku, Kodam XVI/Pattimura, pimpinan organisasi Cipayung, serta tokoh alumni GMNI.

Alberthus Pormes Pimpin Organisasi

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, secara resmi melantik Alberthus Y.R. Pormes sebagai Ketua, didampingi Jhon Lenon Solissa sebagai Sekretaris, dan Wiwin Mahmia Ohoibor sebagai Bendahara, berdasarkan SK Nomor: 244/SK/DPP.GMNI/V/2025.

Dalam sambutannya, Ketua GMNI Maluku yang baru menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Ia menyoroti pentingnya memperjuangkan visi maritim sesuai cita-cita Bung Karno.

“Kami akan terus mengawal Pemerintah Provinsi Maluku, terutama dalam mendesak pengesahan RUU Kepulauan. Ini penting demi keadilan fiskal bagi Maluku dan daerah kepulauan lainnya,” tegas Pormes.

Selain isu legislasi, ia juga mendesak Gubernur Maluku untuk segera meresmikan pusat perikanan terpadu di Pulau Moa, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja baru.

Benhur Watubun: Jangan Ciptakan Pengikut, tapi Pemimpin

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku yang juga alumni GMNI periode 2001-2003, Benhur Watubun, S.T., memberikan pesan bermakna kepada para kader. Ia mengingatkan agar selalu menjaga integritas dan idealisme.

“GMNI harus menjadi wadah mencetak pemimpin, bukan pengikut yang oportunis. Jangan hanya menciptakan pengikut, tapi ciptakanlah kader yang mampu menjawab persoalan kemiskinan dan keterbelakangan,” ujarnya.

Menurutnya, kritik yang disampaikan organisasi adalah vitamin bagi penyelenggara negara untuk bekerja lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kader aktif dan para alumni demi kekuatan organisasi.(MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *