Gubernur Lewerissa: Pawai Ogoh-ogoh Buktikan Semangat Kerukunan Hidup Berdampingan
AMBON, MASSADANEWS – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi sangat spesial karena perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri jatuh berdekatan. Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan saat diwawancarai usai membuka Pawai Ogoh-ogoh di lokasi ikonik Gong Perdamaian, pada hari Kamis (18/3/2026).
“Kita bisa melihat betapa besar antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan untuk datang menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh umat Hindu di Kota Ambon,” ujarnya.
Menurut Gubernur, kemeriahan yang terlihat pada acara tersebut bukan hanya sekadar tontonan, melainkan menjadi modal kekuatan kebersamaan bagi seluruh masyarakat provinsi Maluku. “Kita memiliki tujuan yang sama: pengendalian diri, kedamaian, kebersamaan, serta menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam semesta. Saya yakin hal ini menjadi sesuatu yang positif bagi masyarakat Maluku yang majemuk,” jelasnya.
Ia juga mengutarakan harapannya agar kedua hari raya tersebut berlangsung dengan aman dan damai, serta dirayakan dengan penuh suka cita oleh masing-masing umat. “Nyepi dirayakan oleh umat Hindu, sedangkan Idul Fitri oleh umat Muslim. Semoga kita semua bisa larut dalam suka cita kebersamaan sebagai warga Maluku. Saya kira inilah yang paling penting,” pungkasnya. (MSD).












