AMBON.MASSADANEWS – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku ditandai dengan sejumlah capaian strategis berskala nasional serta terjaganya stabilitas pembangunan daerah di tengah dinamika tantangan yang dihadapi. Refleksi perjalanan pemerintahan disampaikan dalam acara syukuran satu tahun kepemimpinan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di rumah dinas gubenur Maluku Mangga Dua, Kota Ambon, pada hari Jumat (20/2/2026).
Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menegaskan bahwa acara syukuran tersebut bukan sekadar perayaan formal, melainkan momen penting untuk mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh serta menyusun arah kebijakan kedepan. Menurutnya, satu tahun merupakan periode yang relatif singkat, namun cukup untuk membangun fondasi pembangunan dan menunjukkan konsistensi arah kebijakan pemerintahan.
“Keberhasilan bukanlah akhir dan kegagalan bukan sesuatu yang fatal. Yang terpenting adalah keberanian untuk terus melangkah. Itulah semangat yang kami pegang dalam memimpin Maluku,” ujar Gubernur, mengutip pemikiran tokoh dunia Winston Churchill sebagai landasan semangat kerja bersama.
Gubernur menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Maluku fokus menjalankan visi transformasi menuju “Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera” sebagai bagian dari gerakan Indonesia Emas 2045, melalui kerangka program strategis bernama Sapta Cipta LAWAMENA. Implementasi visi tersebut dilakukan dengan pendekatan memperbaiki kebijakan yang belum optimal, melengkapi kekurangan infrastruktur dan layanan publik, serta menata kembali program-program pembangunan yang sempat terabaikan selama ini.
Dukung Program Nasional, Berbagai Inisiatif Strategis Berjalan
Sejumlah capaian penting berhasil direalisasikan, terutama dalam mendukung program strategis nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Program unggulan yang diimplementasikan meliputi:
– Makan bergizi gratis bagi siswa sekolah dasar dan anak usia dini di seluruh provinsi
– Program sekolah rakyat untuk meningkatkan akses pendidikan dan kualitas pembelajaran
– Pendirian koperasi Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat
– Pengendalian inflasi melalui stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok
– Penurunan angka stunting melalui intervensi gizi terintegrasi di 11 kabupaten/kota
– Percepatan penyelesaian pembangunan Bendungan Way Apu yang menjadi prioritas nasional untuk mengatasi kekeringan dan mendukung irigasi pertanian.
Di sektor kelautan dan perikanan, dua Kampung Nelayan Merah Putih telah secara resmi beroperasi di Kabupaten Buru dan Kota Tual, yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung usaha dan pelatihan teknologi budidaya ikan modern. Pemerintah provinsi juga merencanakan pembangunan 20 kampung nelayan serupa pada tahun 2026 di seluruh wilayah Maluku untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan komunitas nelayan.
Proyek Besar dan Hilirisasi Komoditas Berjalan Lancar
Di bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi Maluku telah menyelesaikan pembangunan RSUD Namlea (Kabupaten Buru) sebagai rumah sakit tipe B melalui program Quick Win yang difokuskan pada peningkatan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Langkah selanjutnya, lima daerah lainnya – Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Kota Tual – akan mendapatkan perawatan serupa dengan target penyelesaian pada paruh kedua tahun 2026.
Selain itu, sejumlah proyek strategis skala besar terus berjalan sesuai rencana, antara lain:
– Pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang akan menjadi gerbang perdagangan maritim kawasan Timur Indonesia
– Pengembangan Blok Masela yang menjadi salah satu proyek energi utama nasional
– Program hilirisasi komoditas lokal seperti sagu, kelapa, pala, dan ayam potong terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan menyerap tenaga kerja lokal.
Pertumbuhan Ekonomi Positif, Tata Kelola Mendapat Apresiasi
Dari sisi ekonomi, Maluku mampu menjaga tren pertumbuhan positif di tengah tantangan dinamika ekonomi nasional dan global. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,44 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama. Angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan signifikan, dari 15,38 persen pada Maret 2025 menjadi 15,25 persen pada September 2025. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku mencapai 74,9 poin dan masuk dalam kategori tinggi, yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Capaian pembangunan tersebut turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Maluku meraih penghargaan bergengsi seperti Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, SPM Award 2025 untuk kualitas pelaporan pemerintah, serta berbagai penghargaan nasional lainnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam penilaian tata kelola pemerintahan, Maluku juga berhasil masuk zona hijau dalam penilaian yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), menandakan perbaikan signifikan dalam transparansi pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik.
Stabilitas Keamanan Jadi Prasyarat Pembangunan
Gubernur juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan dan kerukunan sosial sebagai prasyarat utama untuk berlangsungnya pembangunan yang berkelanjutan. Sepanjang satu tahun kepemimpinan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku dinilai tetap terjaga dengan baik berkat sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh adat dan agama.
Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Maluku telah memastikan ketersediaan stok pangan dan kebutuhan pokok dalam jumlah cukup serta kondisi aman untuk dua bulan ke depan. Distribusi barang kebutuhan akan dilakukan secara berkala melalui sistem logistik terpadu agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang dan nyaman.
Menutup sambutannya, Gubernur Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman, merawat nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa, serta berjalan bersama-sama dalam membangun Maluku secara berkelanjutan.
“Membangun Maluku adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Dengan dukungan basudara seluruh masyarakat Maluku, kami yakin provinsi kita akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (MSD).












