Berita  

Gali Kearifan Lokal, Draft Perneg Pemanfaatan Biota Laut Seram Utara Mulai Disusun

Oplus_131072

MASOHI.MASSADANEWS – Program besar bertajuk “Potensi Bioprospeksi di Kawasan Konservasi Perairan Seram Utara dan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah Secara Berkelanjutan” resmi memasuki tahap kedua. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, di dua lokasi utama: Negeri Besi (Kecamatan Seram Utara) dan Negeri Labuan (Kecamatan Seram Utara Barat).

Fokus utama pada triwulan kedua ini adalah penyusunan rancangan Peraturan Negeri (Perneg) serta sosialisasi peta jalan pemanfaatan biota laut berpotensi bioprospeksi yang telah disiapkan pada tahap sebelumnya.

Kegiatan ini melibatkan sembilan negeri di sekitar kawasan konservasi: lima negeri di Seram Utara (Besi, Malaku, Sawai, Olong, Rumah Sokat) dan empat negeri di Seram Utara Barat (Pasanea, Labuan, Gale-gale, Karlutu Kara). Sebanyak 80 peserta hadir, mayoritas 60 orang dari masyarakat setempat, ditambah perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Cabang Dinas Gugus Pulau III, pemerintah kecamatan dan negeri, LSM, akademisi, serta kelompok pengelola kawasan konservasi.

Tahap ini sengaja dirancang untuk menyerap langsung masukan berupa kearifan lokal masyarakat sebagai fondasi penyusunan aturan, agar pemanfaatan kekayaan laut tidak merusak kelestariannya.

Acara dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Gugus Pulau III, Jesy Timisela, S.Pi., mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. Sambutan disampaikan Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Max Robinson Wennno, S.Pi., M.Si., dilanjutkan pemaparan materi oleh Fredrik W. Ayal, S.Pi., M.Si. Sesi diskusi kelompok dipandu oleh tim fasilitator: Prof. Dr. Ir. Trijunianto Moniharapon, M.S., Prof. Dr. Ir. Fredy Pattipeilohy, M.Si., dan Ir. Dwight Soukotta, M.P., Mesak Hattu, S. Pd, M.Pd.,  Stenly J. Wenno, S.Pd, M.KM.(MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *