AMBON.MASSADANEWS – Maraknya penipuan transaksi keuangan atau scam, investasi palsu, pinjaman online ilegal, hingga pencurian data pribadi mendorong Polda Maluku bersama OJK Provinsi Maluku meluncurkan langkah nyata: Gerakan SALAWAKU (Siaga Lawan Kejahatan Keuangan). Program ini bertujuan memperkuat pencegahan sekaligus penanganan kejahatan keuangan di era digital.
Peluncuran berlangsung saat sosialisasi bagi seluruh Bhabinkamtibmas se-Maluku, pada hari Selasa (7/7/2026) di Kantor OJK Provinsi Maluku. Kegiatan berjalan secara campuran: 90 peserta hadir langsung, sementara Bhabinkamtibmas di luar Ambon menyimak lewat daring. Acara ini juga dihadiri Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, perwakilan BI, instansi daerah, serta narasumber dari OJK Pusat.
Momen penting ditandai dengan pencanangan gerakan dan penandatanganan kesepakatan bersama antarlembaga sebagai bukti komitmen bersinergi.
Dalam pesan Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, disampaikan bahwa kemajuan teknologi memang memudahkan hidup, tapi sekaligus membuka celah kejahatan baru. Modusnya makin beragam: mulai dari tawaran untung besar tanpa risiko, pinjaman bunganya mencekik, hingga tipu daya lewat pesan dan media sosial yang memanfaatkan ketidaktahuan warga.
“Polri harus paham cara kerja kejahatan ini agar bisa bertindak cepat, baik mencegah maupun menindak tegas,” tegasnya.
Bhabinkamtibmas disebut sebagai ujung tombak di tengah masyarakat. Karena itulah mereka dibekali pemahaman khusus agar bisa mengedukasi warga, mendeteksi tanda bahaya lebih dini, dan menyebarkan kewaspadaan sampai ke pelosok desa dan kelurahan.
“Gerakan SALAWAKU bukan sekadar nama, tapi sikap bersama agar kita makin waspada, cerdas mengelola keuangan, dan saling bantu menjaga keamanan,” tambah Kapolda. Keberhasilan program ini butuh kerja sama erat antara kepolisian, lembaga keuangan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi menjelaskan, langkah ini wujud nyata Polri yang tidak hanya bertindak saat kejahatan terjadi, tapi juga lebih dulu mengajak warga berhati-hati. “Bhabinkamtibmas akan menjadi penyuluh di lapangan, agar warga tidak mudah tergiur janji manis yang merugikan,” ujarnya.
Lewat gerakan ini, diharapkan seluruh masyarakat Maluku makin tangguh menghadapi ancaman kejahatan keuangan digital, sehingga tercipta lingkungan ekonomi yang aman dan terpercaya bagi semua.(MSD).












