AMBON.MASSADANEWS – Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath memaparkan deretan capaian, inovasi, dan arah kebijakan strategis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Maluku dalam penilaian daring Virtual Assessment TPAKD Award 2026, Selasa (28/7/2026), dari Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku.
Dalam pemaparan di hadapan dewan juri tingkat nasional, Vanath menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas terpilihnya Maluku sebagai salah satu nominator ajang bergengsi ini. Langkah ini dinilai sebagai kehormatan sekaligus pendorong semangat untuk semakin meratakan akses keuangan hingga ke pelosok wilayah kepulauan.
“Terima kasih kepada tim penilai yang telah mempercayakan Maluku masuk dalam jajaran nominasi. Ini adalah bukti sekaligus motivasi kami untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti tren positif ekonomi daerah yang tumbuh 4,56 persen pada 2025, dengan PDRB per kapita mencapai Rp33,65 juta dan angka kemiskinan yang terus menurun. Kemajuan ini didukung kokoh oleh sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang menjadi fondasi utama program TPAKD.
Saat ini, jaringan TPAKD telah terbentuk sempurna mencakup 1 tingkat provinsi dan 11 kabupaten/kota. Sinergi erat antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci akses layanan bisa menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
KUR Lampaui Target Berkali-kali Lipat
Salah satu prestasi menonjol adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Program Unggulan TPAKD 2025. Dari target awal 3.000 debitur, realisasi tembus 21.840 pelaku UMKM dengan total nilai Rp1,02 triliun.
“Ke depannya kami akan semakin memprioritaskan usaha mikro dan super mikro, agar makin banyak masyarakat kecil terlepas dari jeratan rentenir dan memiliki akses pembiayaan yang sehat,” tegas Vanath.
Selain KUR, capaian lain meliputi penyelenggaraan pertemuan bisnis antara UMKM dan lembaga keuangan, ribuan rekening Simpanan Pelajar, pengembangan ekosistem keuangan berbasis komoditas pala, perluasan perlindungan jaminan sosial, serta penambahan Agen Laku Pandai yang melebihi sasaran.
Inovasi 2026: Ekosistem Keuangan di Kampung Nelayan
Memasuki tahun ini, TPAKD Maluku meluncurkan terobosan baru berupa ekosistem keuangan inklusif di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta lembaga jasa keuangan. Selain itu, Pemprov akan mendorong kabupaten/kota mereplikasi program kredit bersubsidi untuk memberantas rentenir, yang telah berjalan baik di Maluku Tengah dan siap dikembangkan di Kota Tual.
“Kami berkomitmen terus bersinergi demi mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab mendalam seputar efektivitas, keberlanjutan, dan strategi menjangkau wilayah kepulauan. Turut mendampingi antara lain Sekretaris Daerah Sadali Ie, Kepala OJK Maluku Hermawan Biladi, perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan perangkat daerah dan jajaran TPAKD. Dewan juri terdiri dari perwakilan OJK, kementerian terkait, Tony Blair Institute, dan kalangan akademisi. (MSD).












