AMBON.MASSADANEWS – Dalam rangka mempererat kerja sama dengan insan media serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di bulan suci Ramadan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku meluncurkan program unggulan bernama “Gerak Syariah”. Acara peluncuran tersebut diselenggarakan dalam bentuk ,”OJK Maluku Bastori”,
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Media, yang berlangsung meriah di Red Brick Cafe & Resto, Karang Panjang Ambon, pada Rabu (11/3/2026).
Kepala OJK Provinsi Maluku, M. Andi Yusuf, mengungkapkan bahwa peluncuran program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan layanan keuangan syariah sebagai motor penggerak ekonomi daerah.“Kita melihat potensi besar sektor keuangan syariah di Maluku, dan bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menyebarkan pemahaman serta akses yang lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Kondisi Ekonomi Maluku Saat Ini
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada tahun 2025 mencapai 4,56%, didorong oleh sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Meskipun inflasi terkontrol namun masih berada di atas target nasional sebesar 3,5%, serta tantangan yang masih dihadapi berupa PDRB per kapita yang relatif rendah dan angka kemiskinan yang perlu segera ditangani, OJK Maluku optimis bahwa keuangan syariah dapat menjadi solusi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Program “Gerak Syariah” yang Komprehensif
Untuk menjawab tantangan tersebut, program “Gerak Syariah” menghadirkan enam inisiatif edukatif dan pendukung ekonomi masyarakat:
– KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah): Diskusi dan kajian interaktif yang mengemas materi keuangan syariah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.
– KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah Ramadan): Lomba edukatif yang dirancang untuk meningkatkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
– SURAU (Safari Edukasi Ramadan Keuangan Syariah): Kunjungan edukatif ke berbagai wilayah di Maluku untuk menjangkau masyarakat di pelosok daerah.
– SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah): Program khusus untuk santri yang menggabungkan pembelajaran agama dengan literasi keuangan syariah.
– FIKRAH (Festival UMKM Ramadan Halal): Fasilitasi promosi dan penjualan produk UMKM halal di pelataran Masjid Raya Al-Fatah Ambon, sebagai wadah penguatan ekonomi rakyat.
– EPIKS (Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah): Pengembangan ekosistem keuangan syariah di pesantren untuk meningkatkan literasi dan memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
Perkembangan Menjanjikan Sektor Jasa Keuangan Syariah
Data terbaru menunjukkan perkembangan yang sangat positif di sektor jasa keuangan Maluku, khususnya pada segmen syariah:
– Penyaluran kredit secara keseluruhan tumbuh 5%, sedangkan kredit syariah melesat hingga 20,54%.
– Aset perbankan syariah mencapai Rp1,02 triliun dengan total pembiayaan sebesar Rp710 miliar.
– Rasio Non Performing Financing (NPF) perbankan syariah hanya 1,14%, jauh lebih rendah dari rata-rata nasional, menunjukkan kualitas pembiayaan yang baik.
– Jumlah investor pasar modal di Maluku meningkat 21,6% dengan volume transaksi yang cukup tinggi.
– Peer to peer lending berkembang pesat dengan mencapai 33.000 pengikut, sementara industri perusahaan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan risiko yang terjaga.
– Berbagai skema pembiayaan juga tersedia di industri keuangan lain seperti PNM, asuransi, dan dana pensiun.
Survei SNLIK untuk Evaluasi dan Perbaikan
OJK Maluku juga tengah menyelesaikan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) untuk mengupdate data perkembangan indeks di daerah. Hasil survei akan dirilis pada triwulan ketiga tahun ini. Pada tahun sebelumnya, indeks literasi keuangan Maluku mencapai 66%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.
M. Andi Yusuf mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam pengembangan keuangan syariah di Maluku, seperti kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan infrastruktur layanan keuangan syariah di beberapa daerah. Namun, ia menegaskan bahwa OJK Maluku siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Amrin Budiman dari Bank BSI, Aris Kurniadi dari Pegadaian Syariah, serta Kepala Sub Bagian Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Maluku, Novian Suhardi.(MSD73).












