PKS Maluku Gelar Rakerwil, Lantik Saadiah Uluputty Jadi Ketua Dewan Pakar – Konsolidasi Kunci, Siap “Memimpin” Menuju Pemilu 2029

Oplus_131072

AMBON,MASSADA.NEWS. –  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2025 pada Minggu (07/12/2025) di Amaris Hotel, Jalan Diponegoro, Kota Ambon. Acara yang mengusung tema “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan” berperan ganda: sebagai ajang pembahasan strategi jangka panjang dan menyaksikan pelantikan serta pengambilan sumpah Ketua Dewan Pakar DPW PKS Maluku, Saadiah Uluputty, yang dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan DPW PKS Maluku, Aziz Sangkala.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Maluku Fachri Husni Alkatiri – yang juga menjabat Bupati Seram Bagian Timur (SBT) – mengemukakan sikap tegas partai terhadap peta politik Maluku. “PKS tidak boleh lagi di pinggir. Sudah saatnya kita tampil memimpin,” ujarnya. Menurut Fachri, PKS telah lama meninggalkan posisi sebagai kekuatan pinggiran, dengan jejak politik yang terbukti sejak transformasi dari Partai Keadilan (PK) menjadi PKS: partai selalu berada di jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku.

“Kita punya modal sejarah, modal prestasi, dan yang paling penting: kepercayaan rakyat,” katanya. Pemilu terakhir menjadi bukti nyata kepercayaan tersebut, di mana PKS berhasil meraih kemenangan di 10 dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan melahirkan tiga kepala daerah: Fachri sebagai Bupati SBT, Sudarmo sebagai Wakil Bupati Buru, dan Amir Rumra sebagai Wakil Wali Kota Tual. “Capaian ini bukan hanya untuk dibanggakan. Ini pondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh menuju kontestasi politik mendatang,” tegasnya.

Fachri menjelaskan bahwa kemenangan semacam itu bukan keajaiban, melainkan hasil perencanaan matang. Sejak tahun 2010, ia bersama para kader PKS lainnya telah menyusun rencana terperinci menuju kursi Bupati SBT, termasuk menghitung dan menganalisis pesaing hingga lima hingga 10 tahun mendatang. “Perencanaan itu tak meleset. Allah mudahkan hingga kami menang,” katanya, menekankan bahwa setiap langkah kemenangan dirancang dengan cermat dan terarah.

Ia juga mendorong kader untuk aktif masuk ke rana eksekutif sebagai kepala daerah, karena “ruang geraknya jauh lebih luas” dibandingkan di dewan legislatif. “Di dewan kita belajar advokasi, tapi sebagai kepala daerah, kita bisa melakukan banyak hal secara langsung untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Fachri, mencontohkan kebijakannya di SBT yang telah memastikan 22 puskesmas memberikan layanan kesehatan gratis tanpa pungutan apapun – salah satu prestasi yang menjadi bukti kerja nyata partai.

Selain strategi politik, Fachri juga menekankan pentingnya merangkul pemilih muda, terutama Generasi Z (Gen Z). “Gen Z ini bukan kelompok kecil, pengaruhnya besar di masyarakat modern. Kita harus hadir di tengah mereka, mendengar aspirasi, dan membuka ruang bagi mereka untuk terlibat aktif dalam struktur partai,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Fachri juga menyampaikan seruan gerakan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh kader dan anggota PKS untuk mengulurkan tangan bantuan yang mencakup dana, logistik, obat-obatan, hingga pengiriman relawan. Seluruh pejabat publik yang berasal dari PKS juga diminta menyumbangkan sebagian gaji dan tunjangan mereka. “Kita bergerak bukan karena instruksi, tapi karena nilai kemanusiaan yang menjadi dasar filosofi partai,” ajaknya.

Rakerwil tahun ini juga ditetapkan sebagai titik awal penyusunan program lima tahunan PKS Maluku. Dalam prosesnya, kebijakan nasional PKS akan diserap dan diterjemahkan dalam konteks lokal secara kreatif agar lebih relevan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Maluku. “Semangat hari ini membuktikan bahwa PKS siap melangkah lebih jauh. Kita bukan lagi penonton dalam pesta politik, kita siap memimpin dengan tanggung jawab,” ujar Fachri menutup sambutannya.

Sementara itu diwaktu yang sama, Sekretaris DPW PKS Maluku Jalil Renyaan menekankan bahwa konsolidasi menjadi kunci sukses menuju Pemilu 2029. “Kita mulai dari penguatan kader dan struktur organisasi hingga tingkat desa, lalu fokus pada peningkatan pelayanan publik yang berkualitas. Itu yang akan melahirkan kemenangan yang berkelanjutan dan dipercaya rakyat,” tuturnya. Jalil juga menambahkan bahwa fokus utama Rakerwil ini termasuk penguatan hubungan dengan pemilih muda dan implementasi gerakan kemanusiaan untuk korban bencana di wilayah luar Maluku.(MM10).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *