Universitas Pattimura Raih Dukungan TFCCA, Riset Bioprospeksi Laut Maluku Digenapkan

AMBON.MASSADANEWS – Universitas Pattimura (UNPATTI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi mendapatkan kepercayaan dalam program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA). Program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat ini ditandatangani pada 3 Juli 2024 dengan nilai total mencapai US$ 35 juta.

Menariknya, TFCCA merupakan skema pengalihan utang pertama yang secara khusus mencakup konservasi terumbu karang. Program ini juga didukung penuh oleh Conservation International/Konservasi Indonesia yang menyumbang US$ 3 juta, serta The Nature Conservancy/Yayasan Konservasi Alam Nusantara sebesar US$ 1,5 juta.

Tujuan utama TFCCA adalah melestarikan kawasan konservasi, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, serta mendukung pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada ekosistem laut.

Wilayah Prioritas: Segitiga Karang Dunia

Program ini difokuskan pada kawasan strategis yang terbagi dalam tiga bentang laut utama:

1. Bentang Laut Sunda Kecil
Meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
2. Bentang Laut Banda
Meliputi Maluku, Sulawesi Tenggara, sebagian wilayah Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
3. Bentang Laut Kepala Burung
Meliputi Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Mitra Pelaksana

Program ini dilaksanakan bersama berbagai instansi dan organisasi, antara lain:

1. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
2. Kementerian Keuangan RI
3. The Nature Conservancy
4. Konservasi Alam Nusantara
5. Conservation International
6. Konservasi Indonesia

Ruang Lingkup Kegiatan

Adapun fokus kegiatan dalam program ini meliputi:

1. Pembentukan, perlindungan, restorasi, dan pengelolaan kawasan konservasi.
2. Pengembangan sistem pengelolaan ekosistem berbasis ilmiah.
3. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan ilmiah dan teknis.
4. Penelitian bioprospeksi untuk pengembangan obat-obatan dan bidang kesehatan.
5. Dukungan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

UNPATTI Wakili Maluku

Dari ratusan usulan yang masuk, sebanyak 58 proposal dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Perguruan Tinggi berhasil lolos seleksi tahap awal. Salah satunya datang dari tim peneliti Universitas Pattimura di bawah naungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang diketuai oleh Prof. Dr. Max Robinson Wenno, S.Pi, M.Si.

Proposal berjudul “Potensi Bioprospeksi di Kawasan Konservasi Perairan Seram Utara dan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Secara Berkelanjutan” ini akan berjalan selama 18 bulan, mulai 27 Januari 2026 hingga 27 Juni 2027, dengan 6 target capaian utama yang terbagi dalam 13 kegiatan.

FGD di Pasanea: Langkah Awal Menggali Potensi

Sebagai kegiatan Triwulan Pertama, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan penyusunan rancangan peta jalan (roadmap) yang berlangsung selama 3 hari, tanggal 8–10 April 2026, bertempat di Negeri Pasanea, Kecamatan Seram Utara.

Kegiatan ini melibatkan total 60 orang perwakilan masyarakat yang berasal dari 6 negeri, yakni Pasanea, Labuan, Gale-gale, Sawai, Besi, dan Malaku. Turut hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Cabang Dinas Gugus Pulau III, pemerintah kecamatan dan desa, LSM, serta kelompok masyarakat pengelola kawasan konservasi.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi biota laut yang bisa dimanfaatkan untuk bidang kesehatan (bioprospeksi), sekaligus mendokumentasikan kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya laut secara tradisional.

Resmi Dibuka

Acara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Kepala Cabang Dinas Gugus Pulau III, Bapak Jesy Timisela, S.Pi., yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. Dalam kesempatan tersebut, sambutan juga disampaikan oleh Camat Seram Utara, Bpk. A. S. Ohorella, S.IP..

Kegiatan ditandai dengan penyerahan perlengkapan (kit) peserta oleh Kepala Gugus Pulau III dan Ketua Tim kepada dua perwakilan masyarakat sebagai simbol dimulainya kolaborasi riset ini.
(MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *