Langkah Menuju Polnam Baru: Senat Tetapkan 3 Nama Calon Direktur Periode 2026–2030

AMBON, MASSADANEWS – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) resmi memasuki babak baru dalam suksesi kepemimpinannya. Melalui rapat senat terbuka yang berlangsung dinamis pada Senin (9/2/2026), Senat Polnam menetapkan tiga kandidat terkuat yang akan bertarung memperebutkan kursi Direktur periode 2026–2030.

Proses penetapan ini diawali dengan dua agenda utama: penyampaian visi-misi yang ambisius dari para bakal calon, dilanjutkan dengan pemungutan suara oleh anggota senat untuk mengerucutkan pilihan.

Ketua Panitia Pengangkatan Direktur, Agus Lopuhaa, S.Si., M.Th., mengungkapkan bahwa dari lima tokoh terbaik yang mendaftar, kini telah terpilih tiga nama yang akan diajukan ke tingkat kementerian.

“Agenda hari ini berjalan lancar, mulai dari bedah program kerja hingga pemilihan calon. Dari lima bakal calon, Senat telah memilih tiga nama untuk diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi,” jelas Agus.

Tiga Nama di Garis Depan

Berdasarkan hasil pemungutan suara oleh 31 anggota senat, tiga sosok yang resmi menyandang status Calon Direktur Polnam adalah:

1. Marceau Armstrong Fillex Haurissa, S.T., M.Eng

2. Dr. Pieter Lourens Frans, S.T., M.T

3. Noce Novi Tetelepta, S.T., M.T

Ketiga nama ini berhasil menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Alphin Stephanus (Stevie) dan Alexander Andaria Patty, dalam proses penjaringan yang berlangsung demokratis.

Penentu di Tangan Kementerian

Perjuangan ketiga calon belum usai. Tahap selanjutnya akan melibatkan “suara penentu” dari pusat. Agus menjelaskan bahwa dalam pemilihan akhir nanti, Kementerian Pendidikan Tinggi memiliki bobot suara sebesar 35 persen, sementara suara Senat Polnam memegang porsi 65 persen.

“Suara kementerian akan sangat menentukan siapa yang nantinya akan memimpin Polnam ke depan,” tambahnya.

Suasana Kondusif dan Masa Depan Polnam

Meski sarat dengan kepentingan untuk memajukan institusi, Agus menegaskan bahwa dinamika internal di kampus tetap terjaga dengan sangat baik. “Hubungan antar calon dan anggota senat sangat harmonis. Semuanya berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Mengingat masa jabatan direktur saat ini akan berakhir pada 7 Juni 2026, akan ada masa transisi sekitar satu bulan untuk proses administrasi dan penilaian akhir di kementerian sebelum pelantikan direktur definitif.

“Harapan besar kami, siapa pun yang terpilih nantinya dapat membawa Politeknik Negeri Ambon melompat lebih jauh dan semakin berprestasi,” tutup Agus penuh harap. (MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *