PT Sinar Hijau Venture Ekspor Perdana Rempah SBB: Targetkan Pertumbuhan dan Pengembangan Produk Turunan

AMBON, MASSADA NEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Seram Bagian Barat (SBB), Leverne Alvin Tuasuun, menyatakan dukungan penuh terhadap ekspor rempah-rempah yang dilakukan oleh PT Sinar Hijau Venture (SHV).

Hal ini disampaikannya pada hari kamis (27/11/2025), dalam acara pelepasan Ekspor Perdana Rempah, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  yang berlangsung di pelabuhan Yos surdarso-Ambon.

Dukungan ini diharapkan dapat menjaga konsistensi dan meningkatkan volume ekspor, sehingga pasar rempah-rempah unggulan SBB seperti cengkeh, kopi, kopra, dan pala semakin jelas dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

“Kami memberikan support penuh kepada PT Sinar Hijau Venture dengan harapan ekspor ini dapat berjalan konstan dan terus ditingkatkan. Kualitas rempah-rempah harus tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan pasar,” ujar Leverne Alvin Tuasuun.

Sekda juga menekankan pentingnya peran petani, kelompok koperasi, dan kelompok kehutanan sosial dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi rempah-rempah. Pemerintah daerah terus mendorong ekspor komoditas lain seperti damar, kopra, cengkeh hutan, dan lontar, termasuk ke pasar China, sebagai upaya diversifikasi produk ekspor.

Dukungan Pemerintah Provinsi Maluku

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT Sinar Hijau Venture atas inisiatifnya dalam mengekspor hasil rempah dan hasil hutan bukan kayu (HHBK). “Ekspor ini merupakan kebanggaan bagi Maluku karena meningkatkan nilai dan volume ekspor daerah, khususnya dari sektor non-migas di bidang pertanian dan kehutanan,” ungkap Yahya Kotta. Ia berharap ekspor dari SBB, termasuk pala, kelapa, dan lontar, dapat terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.

Harapan PT Sinar Hijau Venture, ekspor Beri Dampak Positif Bagi Masyarakat

Direktur PT Sinar Hijau Venture, Dessy Yuliana, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ekspor perdana rempah-rempah asli SBB ke pasar global. Perusahaan telah menjalin kerjasama erat dengan kelompok perhutanan sosial sejak tahun 2022 dengan tujuan memberikan dampak positif bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat setempat.

“Ekspor perdana ini mencakup pala sebanyak 5,2 ton, cengkeh 1,6 ton, dan fuli 400 kg. Kami menargetkan pertumbuhan ekspor hingga dua atau tiga kali lipat pada tahun 2026 melalui peningkatan produktivitas dan perluasan pasar,” jelas Dessy Yuliana.

PT Sinar Hijau Venture juga berencana mengembangkan produk turunan seperti minyak kenari (kenari oil) dan menjalin kerjasama dengan universitas untuk meneliti dan membuktikan manfaat kandungan dalam produk-produk HHBK dari hutan sosial, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk.

Dessy menambahkan bahwa PT Sinar Hijau Venture adalah perusahaan sosial yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menyeimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Perusahaan bekerja sama dengan 11 kelompok usaha di SBB dalam menjaga kelestarian hutan, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Peran Penting Perhutanan Sosial

Kepala Balai Perhutanan Sosial, Lilian Komaling, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk UPTD KPH SBB Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan Dinas Perindag Provinsi Maluku. Ia juga mengapresiasi peran PT Sinar Hijau Venture yang tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola produk HHBK, sehingga nilai jual produk-produk hutan meningkat dan kesejahteraan masyarakat terjaga.

Target Peningkatan Volume Ekspor

Fence Purimahua, SH., S.Hut., M.Si., Kepala UPTD KPH Seram Bagian Barat, menyampaikan harapan agar volume ekspor berikutnya dapat tumbuh lebih besar dan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mencapai tujuan pembangunan hutan berkelanjutan: masyarakat sejahtera, hutan lestari.

CV Venture Abadi, melalui PT Sinar Hijau Venture (SHV), telah berhasil mengekspor lebih dari 7 ton rempah asli SBB. Komoditas lain seperti damar, kopra, cengkeh hutan, dan lontar juga terus didorong untuk menembus pasar ekspor, termasuk China, sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk dan perluasan pasar. (MSD).

Penulis: Jemmi PeruluEditor: Redaksi Massada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *