AMBON.MASSADANEWS – Menggiring pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti tren transformasi digital, Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi digitalisasi pembayaran dan perlindungan konsumen. Acara yang juga menyertakan sesi pendaftaran serta pendampingan langsung penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berlangsung meriah di Ruang Vlisingen, Kota Ambon, Sabtu (8/3/2026).
Hadirkan Berbagai Pihak, Dorong Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta dihadiri oleh Deputi Bank Indonesia Dicky Rachmat Afriyanto, perwakilan perguruan tinggi negeri (PTN), ratusan pelaku UMKM, perwakilan industri perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mengakselerasi kemajuan ekonomi daerah melalui digitalisasi.
Dalam sambutannya, Deputi Bank Indonesia Dicky Rachmat Afriyanto menegaskan bahwa digitalisasi merupakan pijakan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan transformasi digital sebagai strategi utama pembangunan ekonomi.
“QRIS telah mengubah wajah transaksi masyarakat dari konvensional ke modern – lebih cepat, mudah, murah, dan aman. Alat ini mampu menjembatani pedagang tradisional dengan ekosistem ekonomi digital yang lebih luas,” jelasnya.
Menurutnya, setiap transaksi melalui QRIS akan terekam secara digital, sehingga memudahkan pelaku usaha dalam mengelola keuangan serta mengurangi risiko uang palsu maupun kehilangan. Hal ini menjadi nilai tambah khususnya bagi UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pemkot Ambon Komitmen Kuatkan UMKM Lewat Berbagai Program
Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon memiliki komitmen kuat untuk memperkuat sektor UMKM dalam periode kepemimpinan 2025–2029 melalui berbagai program prioritas. Di antaranya adalah penyediaan kemudahan investasi, bantuan modal usaha, serta dukungan pengembangan usaha.
Selain itu, Pemkot Ambon juga mengembangkan kawasan ekonomi kreatif di ruang terbuka publik seperti Wainitu, Air Salobar, dan Amahususu. Di lokasi-lokasi tersebut, pelaku UMKM diintegrasikan dengan sektor musik, seni, dan budaya untuk menciptakan pusat ekonomi baru yang menarik dan berkelanjutan.
“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi semata, tetapi juga tentang membangun kepercayaan. Oleh karena itu, kami juga tekankan pentingnya perlindungan konsumen agar para pelaku UMKM memahami cara bertransaksi digital yang aman dan terhindar dari berbagai modus penipuan yang tengah marak,” ungkap Ely.
Target: UMKM Lebih Modern, Efisien, dan Jangkau Pasar Lebih Luas
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan langsung ini, pihak terkait berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kota Ambon yang mampu memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Sehingga, usaha mereka dapat menjadi lebih modern, efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar daerah.
Sesi pendampingan langsung yang diselenggarakan dalam acara ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena para pelaku UMKM dapat langsung mendaftarkan diri dan belajar cara menggunakan QRIS dengan bantuan dari tim ahli yang siap membantu.(MSD73).












