Defisit Anggaran Bayangi APBD 2026 Ambon, Prioritas Pembangunan Tetap Jadi Fokus Utama

AMBON, MASSADA NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon telah mencapai kesepakatan krusial dengan menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026. Penandatanganan ini berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di gedung DPRD Kota Ambon.

Kesepakatan ini menandai dimulainya pembahasan intensif tingkat I Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD dan Nota Keuangan. Dalam sidang paripurna yang sama, enam Ranperda strategis juga ditetapkan untuk masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026.

Wali Kota Ambon menyampaikan bahwa penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi tantangan utama. Pada tahun 2026, TKD Kota Ambon diproyeksikan turun sebesar 15,74%, setara dengan lebih dari Rp132 miliar. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan anggaran daerah, yang mayoritas dialokasikan untuk belanja wajib dan operasional.

“Menghadapi situasi ini, Pemkot Ambon mengambil langkah-langkah strategis komprehensif, termasuk pengelolaan anggaran yang ketat, evaluasi kinerja anggaran bulanan, peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menjajaki opsi pinjaman daerah secara hati-hati,” ujar Wali Kota. Pemkot berencana mengalokasikan penerimaan pembiayaan sebesar Rp200 miliar untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik yang esensial.

Struktur APBD Kota Ambon 2026 menunjukkan pendapatan sebesar Rp1,12 triliun dan belanja sebesar Rp1,29 triliun. Alokasi belanja operasi mendominasi anggaran, mencapai 82,52% dari total belanja.

Wali Kota juga menyoroti tantangan ekonomi yang diperkirakan akan dihadapi pada tahun 2026, seperti perlambatan investasi, potensi gangguan pasokan, dan tekanan inflasi yang meningkat. Fluktuasi ekonomi di Ambon dalam lima tahun terakhir memerlukan antisipasi cermat melalui disiplin fiskal yang kuat dan berkelanjutan.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030, Pemkot Ambon mengusung tema pembangunan yang berfokus pada “Pemerataan Jaminan Sosial dan Ekonomi untuk Ambon Sejahtera”. Delapan prioritas pembangunan utama ditetapkan, meliputi:

– Peningkatan layanan dasar yang berkualitas

– Penguatan ekonomi lokal yang inklusif

– Validasi data kemiskinan yang akurat

– Peningkatan akses kerja bagi penyandang disabilitas

– Implementasi program Maluku Bangkit Sejahtera (MBG) yang efektif

– Pembangunan infrastruktur dasar yang memadai

– Pelestarian lingkungan yang berkelanjutan

– Reformasi birokrasi yang efisien

Target pembangunan Kota Ambon pada tahun 2026 mencakup pertumbuhan ekonomi sebesar 5,98%, penurunan angka kemiskinan menjadi 4,98%, pengendalian inflasi pada kisaran 1,5–3,5%, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 11,93%.

Wali Kota berharap pembahasan RAPBD 2026 dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada DPRD Kota Ambon serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan konstruktif dalam penyusunan anggaran ini. (MSD).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *