MASSADA, Ambon — Aula Politeknik Negeri Ambon dipenuhi nuansa haru dan kebanggaan saat ratusan keluarga menyaksikan prosesi wisuda XXI yang digelar melalui Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Akademik. Dalam momen tersebut, 169 mahasiswa resmi menyandang status lulusan, menandai berakhirnya perjalanan akademik mereka selama kurang lebih tiga tahun.
Mengangkat tema besar tentang pembangunan insan unggul dalam menghadapi transformasi energi di wilayah kepulauan, kegiatan ini tidak sekadar seremoni kelulusan, melainkan juga penegasan peran strategis pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan zaman.
Para lulusan berasal dari berbagai disiplin ilmu terapan, mulai dari bidang teknik, bisnis, hingga sektor energi dan kelautan. Mereka dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik setelah melalui tahapan evaluasi akhir, baik tugas akhir maupun skripsi, sebagaimana ditetapkan oleh institusi.
Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, S.T., M.M, dalam sambutannya menekankan bahwa perjalanan Polnam selama beberapa tahun terakhir menunjukkan arah kemajuan yang signifikan. Menurutnya, kampus vokasi harus terus adaptif dan relevan dengan kebutuhan daerah, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku.
Ia juga mengakui adanya kendala administratif yang sempat berdampak pada keterlambatan distribusi ijazah, namun menegaskan bahwa hal tersebut bukan disengaja, melainkan berkaitan dengan proses penomoran resmi dari pihak kementerian. Pada wisuda kali ini, seluruh lulusan telah menerima dokumen akademik mereka secara lengkap.
Menjelang berakhirnya masa jabatannya, Dady Mairuhu menyampaikan refleksi pribadi yang sarat makna. Ia mengungkapkan bahwa kepemimpinannya tidak luput dari kekurangan, namun segala upaya telah dilakukan demi kemajuan institusi. Ia juga menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan selanjutnya yang akan dilanjutkan oleh Marceau Armstrong Fillex Haurissa.
Kepada para wisudawan, ia menitipkan pesan penting agar tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi terus mengembangkan diri dengan menjunjung tinggi integritas dan semangat pengabdian.
Wisuda ini menjadi titik awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu berperan aktif dalam pembangunan, khususnya di sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya di kawasan kepulauan.
Lebih dari sekadar kelulusan, momen ini menjadi simbol lahirnya generasi baru yang siap bergerak, berkarya, dan membawa perubahan nyata bagi masa depan daerah dan bangsa.












