AMBON.Massada,_ Pekerjaan rehabilitasi jembatan di RT 01/RW 03 Kelurahan Batu Gajah, Kota Ambon, kembali dipacu setelah sempat terhambat oleh sengketa lahan dan penyesuaian teknis struktur. Jembatan yang merupakan akses utama warga Batu Gajah ini dikebut untuk mencapai target penyelesaian sebelum musim penghujan tiba.Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Rehabilitasi Jembatan Batu Gajah, Muhammad Saleh Far-Far, menjelaskan bahwa hambatan utama adalah klaim lahan dari Keluarga Alfons dan seorang ahli waris. Klaim ini menyebabkan pekerjaan di lokasi sempat terhenti.
“Awalnya kami menghadapi masalah klaim lahan dari Keluarga Alfons dan seorang ahli waris yang melarang pekerjaan di lokasi. Ini sempat menghambat progres,” ujar Far-Far saat ditemui pada Jumat, 14 November 2025.
Namun, persoalan ini menemukan titik terang setelah perwakilan Keluarga Alfons mengeluarkan surat resmi dari pengadilan yang menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah.
“Keluarga Alfons telah memberikan surat dari pengadilan yang menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah. Ini sangat membantu kami menyelesaikan masalah yang berlarut-larut ini,” tambahnya.
Selain masalah lahan, tim PUPR Kota Ambon juga meminta pihak perencana untuk melakukan penghitungan ulang keamanan struktur jembatan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan sebelum pengecoran dilakukan.
“Kami meminta perencana untuk menghitung ulang keamanan struktur. Meskipun jembatan ini tidak menanggung beban berat, kami tetap harus memastikan bahwa struktur aman sebelum pengecoran,” jelas Far-Far.
Dengan sebagian besar hambatan telah teratasi, pekerjaan kini kembali berjalan cepat. Progres fisik jembatan saat ini mencapai sekitar 40 persen, dan fokusnya adalah melanjutkan pemasangan bekisting, gelagar, plat, serta rel sebelum proses pengecoran.
“Target kami adalah selesai sebelum Desember. Saat ini kami fokus pada pemasangan bekisting dan pengecoran. Kami mengejar target ini agar tidak terhambat oleh musim hujan, karena pekerjaan sudah memasuki tahap akhir,” katanya.
Far-Far menegaskan bahwa percepatan proyek ini sangat penting karena warga Batu Gajah saat ini terpaksa harus memutar jauh untuk melintasi kawasan tersebut.
“Ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat. Warga Batu Gajah saat ini harus memutar jauh untuk naik ke kampung atas. Jadi, jembatan ini harus cepat selesai agar mobilitas warga kembali lancar,” tutupnya.
Dinas PUPR Kota Ambon berharap pekerjaan dapat berjalan tanpa hambatan lebih lanjut, sehingga jembatan dapat segera berfungsi dan menjadi akses vital bagi masyarakat sekitar. (MSD).












