Wawali Ambon Tegaskan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sebagai Pelanggaran HAM yang Tidak Dapat Ditoleransi

Oplus_131072

Ambon, MASSADA NEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Elly Toisutta, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan bagi perempuan dan anak di Kota Ambon. Penegasan ini disampaikannya pada Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 2025, yang berlangsung di taman Galala Bawah JMP, pada hari Selasa (25/11/2025).

Sebagai seorang pemimpin perempuan, Elly Toisutta menekankan bahwa upaya penghapusan kekerasan berbasis gender harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak dapat ditoleransi.

“Sebagai Wakil Wali Kota Ambon, dan juga sebagai seorang perempuan, saya akan terus berjuang bersama seluruh perempuan di Kota Ambon untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semangat perempuan,” tegasnya.

Wawali Elly Toisutta mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas di tingkat kelurahan dan desa, untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi tumbuh kembang perempuan dan anak di Kota Ambon.

Lebih lanjut, Wawali Elly Toisutta menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya meningkatkan program-program yang berfokus pada pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Program-program ini mencakup sosialisasi dan edukasi tentang hak-hak perempuan dan anak, pembentukan pusat pelayanan terpadu bagi korban kekerasan, serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan tenaga pendamping dalam menangani kasus-kasus kekerasan.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, sehingga perlu diciptakan suasana yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghormati.

Elly Toisutta berharap, dengan adanya komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak, Kota Ambon dapat menjadi contoh daerah yang berhasil dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. (MSD).

Wawali Ambon Tegaskan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sebagai Pelanggaran HAM yang Tidak Dapat Ditoleransi.(MSD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *